Selasa, 31 Januari 2017

Umat Islam Harus Mencontoh Pribadi Rasulullah SAW Yang Santun


Suatu hari, ketika Nabi Muhammad SAW. dan para sahabatnya sedang menunggu waktu shalat tiba, Beliau mencium bau yang kurang sedap dalam majelis itu. Rasulullah SAW. menyadari bahwa bau-bauan itu disebabkan oleh napas seseorang akibat makan daging yg berlebihan saat mereka pesta. 

Rasulullah SAW. sebenarnya menginginkan orang yang bau mulutnya kurang sedap itu disuruh berwudhu. Tapi mereka tentulah sudah berwudhu semua, karena sebentar lagi akan shalat berjamaah.  
Rasulullah menyadari, kalau orang yang berbau kurang sedap itu beranjak seorang diri pergi berwudhu, tentu dia bisa malu. Beliau menginginkan pelakunya menyadari kesalahannya itu tanpa diketahui oleh banyak orang.

Kemudian Rasulullah SAW. melepaskan pandangannya kepada semua yang hadir, seraya memerintahkan: 
“Siapa yang tadi makan daging hendaknya berwudhu!” 

"Semuanya telah memakan daging ya, Rasulullah!, jawab para sahabat. 
Lalu Beliau bersabda : “Kalau begitu, berwudhulah kalian semua.”

Mereka bangkit semua pergi berwudhu. Termasuk orang yang merupakan sumber datangnya bau kurang sedap itu. Orang ini telah diselamatkan air mukanya dari rasa malu, berkat kecerdikan dan kelembutan Rasulullah SAW.

Demikianlah keluhuran budi pekerti Nabi Muhammad SAW. yang memperhitungkan tindakannya sampai sekecil-kecilnya agar tidak melukai perasaan orang dan kehormatan orang lain.