Sabtu, 18 Maret 2017

Pasca Kegiatan Belajar (Photoshop)

Coba perhatikan contoh di bawah ini. Kalau kalian hapal dengan tool-tool yang ada di Photoshop, saya jamin pasti bisa. Selamat berkresi!



Rabu, 15 Maret 2017

Pasca Kegiatan Belajar (Menggambar & melukis)

Kalau kebetulan ada waktu luang, cobalah melatih corat-coret apa saja, misalnya seperti contoh di bawah ini:


Pasca Kegiatan Belajar (Warna)

Contoh Warna Complement









Contoh Warna Analog


 

Jumat, 24 Februari 2017

Suasana Belajar PerpusSeru 2

Suasana Belajar PerpusSeru
(Foto-foto: Dokumentasi Perpustakaan Kab. Malang)








Belajar Melukis dan Menggambar (Bagian Kedua dari Dua Materi Belajar PerpusSeru)

Selanjutnya kita akan belajar melukis dan menggambar.
Melukis dan menggambar itu mudah sekali seperti halnya belajar Photosop, asalkan kita tidak bosan untuk selalu berlatih.
Melukis dan menggambar itu sering berjalan seiring dengan Photosop, bahkan sekarang semakin banyak
orang yang menggambar atau melukismemakai program Adobe Photoshop.

Kalau belajar Menggambar atau Melukis jangan pernah menunggu sampai kita bisa menggambar atau melukis dengan sempurna, tapi coretkan apa saja yang bisa kita kerjakan saat ini. Ini Modal. Kalau hasilnya jelek, biarkan! Karena kita memang sedang belajar.

Sebelumnya saya akan jelaskan perbedaan melukis dan menggambar. Kalau melukis berarti menggunakan pewarna pigmen yang dicampur dengan cairan (bisa air pada cat air atau dengan minyak untuk cat minyak). Sedangkan menggambar (dalam bahasa Inggris drawing) dapat dilakukan dengan berbagai macam alat dan teknik. Secara umum, menggambar diartikan membuat coretan atau goresan di suatu permukaan dengan menekankan alat pada permukaan tersebut. Alat yang umum dipakai adalah pensil, pena dan tinta, pensil warna, krayon, arang (dikenal dengan pensil konte), maupun spidol.

Dalam melukis atau menggambar kita tidak pernah lepas dari warna, karena itu salah satu bahasa komunikasinya disamping visualnya itu sendiri. Secara phsikologis, warna bisa mempengaruhi emosi atau suasana hati yang melihat.  antara lain sebagai berikut :
    Merah mempunyai makna api, panas, marah, bahaya, aksi, gagah, berani, hidup, riang dan dinamis.
    Putih mempunyai makna suci, mati, bersih, tak berdosa, dan jujur.
    Kuning mempunyai makna matahari, cerah, sukacita, terang, iri, dan benci.
    Kuning Emas mempunyai makna masyhur, agung, luhur, dan jaya.
    Coklat mempunyai makna stabil dan kukuh.
    Jingga mempunyai makna masak, bahagia, senja, riang,mashur, dan agung.
    Biru mempunyai makna tenang, kenyataan, damai, kebenaran, kesedihan dan setia.
    Hijau mempunyai makna dingin, sejuk, tenang, segar, mentah, pertumbuhan, dan harapan.
    Merah Muda mempunyai makna romantis, dan ringan.
    Ungu mempunyai makna kekayaan, berkabung, bangsawan, mewah, berduka cita, dan
    mengandung rahasia.
    Hitam mempunyai makna tragedi, kematian, duka, kegelapan, gaib, tegas, dan dalam.

Pemaknaan warna dipengaruhi oleh aspek budaya setempat. Pemaknaan warna yang terkait dengan warna sebagai simbol, di masing-masing daerah atau wilayah, akan berbeda, sesuai dengan pemaknaannya dalam budaya setempat. Contoh : bendera tanda adanya kematian, di Indonesia berbeda sesuai daerah setempat. Di Yogjakarta, bendera merah, di Jakarta–kuning, di Sulawesi– putih, di Sumatera–merah, dan sebagainya. Di negeri China, warna merah berarti Cinta, sedangkan di Indonesia berarti marah atau berani.

Pada GAMBAR 5a kita bisa mengenal WARNA DASAR, WARNA SKUNDER dan TERTIER.
  • Warna Primer: Merah, Biru, Kuning. Tidak bisa dibentuk dari percampuran warna lain.
  • Warna Sekunder: Oranye, Ungu, Hijau. Bisa dibentuk dengan mencampurkan warna primer.
  • Warna Tersier: Warna yang terbentuk dari percampuran antara warna primer dan warna sekunder.
Setelah mengetahui warna dasar, kamu masih bisa mengubahnya dengan mengatur beberapa parameter lanjutan. Ini digunakan untuk mendapatkan kesan lain dari warna dasar.
  • Tint: Menambahkan warna putih pada warna dasar.
  • Shade: Menambahkan warna hitam pada warna dasar.
  • Tone: Menambahkan abu-abu pada warna dasar.



Kemudian pada GAMBAR 5b kita akan mulai mempelajari warna ANALOG dan COMPLEMENT.

Warna analogus, yaitu deretan warna yang letaknya berdampingan dalam lingkaran warna, misalnya deretan dari warna ungu menuju warna merah, deretan warna hijau menuju warna kuning, dan lain-lain.
Warna komplementer, yakni warna kontras yang letaknya berseberangan dalam lingkaran warna, misalnya, kuning dengan ungu, merah dengan hijau, dan lain-lain.

Untuk cara menggunakannya akan dijelaskan di kelas. (kalau ada yang kurang jelas, tanyakan!)




Berikutnya mengenal BENTUK DASAR dan arsirannya supaya kelihatan seperti 3 dimensi (bahasa Jawanya - wungkul) seperti pada GAMBAR 6. Cube (kubus), Cylinder (tabung), Sphere (bundar) dan Cone (kerucut)

Selanjutnya siswa mencoba sendiri membuat bentuk dasar dari berbagai sudut pandang (misalnya seperti pada GAMBAR 7).



Latihlah berulang-ulang membuat bentuk dasar dari berbagai sudut pandang berikut pencahayaannya.
(kalau ada yang kurang jelas, tanyakan!)
Kalau latihan membuat bentuk dasar dari berbagai sudut pandang berikut pencahayaannya sudah hapal,
tentu setiap kali siswa melihat sebuah benda langsung bisa mengenali bentuk dasarnya. Ini akan mempermudah untuk menggambar atau melukis nantinya. Untuk bahan latihan lihat pada GAMBAR 8a dan 8b.





Latihlah berulang-ulang juga. (kalau ada yang kurang jelas, tanyakan!)


Kalau sudah berlatih berulang-ulang nantinya akan terbiasa dan gampang. Nah, sekarang cobalah menggambar dari gabungan bentuk dasar tadi menjadi sebuah pemandangan (bisa pemandangan ruangan atau di luar rumah seperti pada GAMBAR 9a dan 9b). (kalau ada yang kurang jelas, tanyakan!)




Demikian, penjelasan materi belajar "sistem modul 7 jam (Belajar Photoshop, Melukis dan Menggambar)".
Selanjutnya selamat berkreasi sambil terus berlatih, berlatih dan terus berlatih......
Karena sesungguhnya tidak ada pasukan yang terlatih, yang ada hanyalah pasukan yang terus berlatih.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb,


R. Sugiri
Instruktur Pelatihan Photoshop, Melukis & Menggambar "Perpus Seru"
Keja sama Perpustakaan Kab. Malang dan Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI)

Kamis, 23 Februari 2017

Suasana Belajar PerpusSeru 1

 Suasana Belajar PerpusSeru 1
(Foto-foto: Dokumentasi Perpustakaan Kab. Malang)
 









Belajar Adobe Photoshop CS3 (Bagian Pertama dari Dua Materi Belajar PerpusSeru)

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Belajar Photoshop, melukis, dan menggambar itu mudah sekali asalkan kita tidak bosan untuk selalu BERLATIH dan RAJIN BERTANYA.
Materi yang akan saya ajarkan ini adalah sistem modul 7 jam (Belajar Photoshop, Melukis dan Menggambar) yang pernah saya dapatkan saat pertama kali saya mulai serius menekuni bidang desain dan visual. Setiap hari siswa mendapatkan pelajaran selama 1 jam selama seminggu. Selebihnya siswa aktif berlatih sendiri.

Tapi untuk kegiatan "Perpus Seru" kali ini waktu penyampaian saya perpanjang menjadi 12 jam, 8 kali pertemuan dengan masing-masing pertemuan selama 1.5 jam. Yang rencananya akan dimulai pada bulan Desember 2016, tetapi akhirnya diputuskan mulai bulan Pebruari 2017 dan akan berakhir pada bulan Maret 2017.

Adobe Photoshop CS3 merupakan salah satu program aplikasi yang digunakan untuk mengolah image atau gambar Bitmap. Gambar bitmap ini biasanya digunakan pada fotografi atau digital painting. Dengan Adobe Photoshop CS3 Anda dapat dengan mudah melakukan penyuntingan dan memanipulasi image (image-editing).

Baiklah, mari kita mulai saja materi pelajaran ini.
Yang pertama kita belajar Adobe Photoshop CS3. (untuk "PerpusSeru" di Kab. Malang menggunakan Adobe Photoshop CS6).


Bismillahirrohmanirrohim.......

Pertama-tama kita buka program Photoshop CS3-nya dulu. Setelah program Adobe Photoshop CS3 sudah terbuka, maka langkah selanjutnya yaitu membuat Dokumen baru.

Pilih (File > New) pada baris menu dan akan muncul tampilan seperti pada GAMBAR 1 (untuk memperbesar, klik pada gambar). (kalau ada yang kurang jelas, tanyakan!)


Pada contoh ini saya memberi nama dokumennya adalah BELAJAR PHOTOSHOP CS3, ukuran kertasnya A4 dengan satuan ukur mm, resolusinya 300 dpi, mode warnanya RGB dan latar belakangnya putih. Kalau sudah selesai klik OK, maka tampilan di layar monitor akan tampak seperti GAMBAR 2 (untuk memperbesar, klik pada gambar).




Inilah Lingkungan Kerja Adobe Photoshop CS3. Secara garis besar dibagi menjadi beberapa komponen, yaitu;

Tool Bar / Toolbox :
Merupakan palet yang berisi peranti atau tombol-tombol perintah yang digunakan untuk membuat dan menyunting image atau objek.Sepeti: menyeleksi, memotong, menyunting, melukis, menggambar dan berbagai fungsi lainnya. Keterangan selanjutnya lihat pada GAMBAR 4a, 4b dan 4c (untuk memperbesar, klik pada gambar). (kalau ada yang kurang jelas, tanyakan!)

Menu Bar / Baris Menu :
Berisi daftar menu perintah, seperti: File, Edit, Image, Layer, Select, Filter, View, Window dan Help. Baris menu ini terkelompok berdasarkan topiknya. (kalau ada yang kurang jelas, tanyakan!)

Dokumen :
Ini adalah file lembar kerja kita. Di sinilah tempat kita membuat dan menyunting teks atau image. (kalau ada yang kurang jelas, tanyakan!)

Options Bar / Baris Options :
Berisi daftar perintah tambahan, yang isinya akan selalu berubah sesuai dengan Tool Bar / Toolbox yang sedang dipilih. (kalau ada yang kurang jelas, tanyakan!)

Panel :
Bagian yang terdiri dari beberapa palet. Palet-palet tersebut berisi beberapa perintah untuk memanipulasi teks atau image pada dokumen kerja kita. (kalau ada yang kurang jelas, tanyakan!)




Menurut fungsinya Tool Bar atau Toolbox dikelompokkan menjadi 6 seperti pada GAMBAR 3 (untuk memperbesar, klik pada gambar),  yaitu;
A : Untuk menyeleksi
B : Untuk memotong
C : Untuk menyunting
D : Untuk melukis
E : Untuk menggambar dan menulis
F : Untuk lain-lain



(kalau ada yang kurang jelas, tanyakan!)

Jangan lupa untuk selalu mengulang-ulang materi pelajaran sebelumnya dan yang baru!
Semakin sering mengulang-ulang materi pelajaran, maka akan semakin banyak yang ditanyakan.
Kalau tidak ada pertanyaan, bisa dipastikan kalian tidak mempraktekkan materi pelajarannya.
Karena materi pelajaran "sistem modul 7 jam" ini hanya diajarkan garis besarnya saja,
selanjutnya siswa dituntut untuk aktif bertanya.

Selasa, 31 Januari 2017

Umat Islam Harus Mencontoh Pribadi Rasulullah SAW Yang Santun


Suatu hari, ketika Nabi Muhammad SAW. dan para sahabatnya sedang menunggu waktu shalat tiba, Beliau mencium bau yang kurang sedap dalam majelis itu. Rasulullah SAW. menyadari bahwa bau-bauan itu disebabkan oleh napas seseorang akibat makan daging yg berlebihan saat mereka pesta. 

Rasulullah SAW. sebenarnya menginginkan orang yang bau mulutnya kurang sedap itu disuruh berwudhu. Tapi mereka tentulah sudah berwudhu semua, karena sebentar lagi akan shalat berjamaah.  
Rasulullah menyadari, kalau orang yang berbau kurang sedap itu beranjak seorang diri pergi berwudhu, tentu dia bisa malu. Beliau menginginkan pelakunya menyadari kesalahannya itu tanpa diketahui oleh banyak orang.

Kemudian Rasulullah SAW. melepaskan pandangannya kepada semua yang hadir, seraya memerintahkan: 
“Siapa yang tadi makan daging hendaknya berwudhu!” 

"Semuanya telah memakan daging ya, Rasulullah!, jawab para sahabat. 
Lalu Beliau bersabda : “Kalau begitu, berwudhulah kalian semua.”

Mereka bangkit semua pergi berwudhu. Termasuk orang yang merupakan sumber datangnya bau kurang sedap itu. Orang ini telah diselamatkan air mukanya dari rasa malu, berkat kecerdikan dan kelembutan Rasulullah SAW.

Demikianlah keluhuran budi pekerti Nabi Muhammad SAW. yang memperhitungkan tindakannya sampai sekecil-kecilnya agar tidak melukai perasaan orang dan kehormatan orang lain.